Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Terlibat Keributan Saat Latihan
Situasi internal Real Madrid kembali menjadi sorotan tajam menjelang akhir musim 2025/2026. Tekanan akibat performa buruk tim kini mulai berdampak langsung ke suasana ruang ganti. Ketegangan terbaru melibatkan dua gelandang utama Los Blancos, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, yang dikabarkan terlibat keributan saat sesi latihan tim utama.
Insiden tersebut bahkan membuat Federico Valverde harus menjalani pemeriksaan medis setelah mengalami cedera di bagian kepala. Pihak klub kemudian merilis pernyataan resmi terkait kondisi pemain asal Uruguay tersebut.
“Setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medis Real Madrid, Fede Valverde didiagnosis mengalami trauma kranioensefalik,” tulis pernyataan resmi klub.
Valverde Jalani Pemulihan Setelah Insiden Latihan
Real Madrid memastikan kondisi Valverde berada dalam keadaan stabil. Gelandang berusia 27 tahun itu kini menjalani masa pemulihan di rumah selama 10 hingga 14 hari sesuai prosedur medis yang berlaku.
Laporan dari internal klub menyebutkan bahwa ketegangan antara Valverde dan Tchouameni sebenarnya sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. Dalam latihan sebelumnya, keduanya sempat terlibat adu mulut setelah sebuah tekel keras memicu emosi di lapangan latihan.
Situasi semakin memanas ketika Valverde disebut menolak berjabat tangan dengan Tchouameni usai sesi latihan berakhir. Ketegangan yang tidak mereda akhirnya kembali pecah pada latihan berikutnya dan memaksa staf pelatih serta rekan setim turun tangan untuk memisahkan keduanya.
Ruang Ganti Real Madrid Mulai Tidak Kondusif
Keributan ini semakin memperlihatkan bahwa suasana internal Los Blancos sedang berada dalam kondisi tidak sehat. Klub akhirnya membuka investigasi disipliner terkait insiden tersebut.
“Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa setelah insiden yang terjadi dalam sesi latihan pagi ini, klub memutuskan membuka proses disipliner terhadap Federico Valverde dan Aurélien Tchouameni,” lanjut pernyataan resmi klub.
Meski begitu, Valverde langsung membantah kabar yang menyebut dirinya dipukul oleh Tchouameni. Dalam klarifikasi yang diunggah melalui media sosial pribadinya, ia menyebut situasi tersebut dibesar-besarkan oleh banyak pihak.
“Keletihan dan frustrasi membuat semuanya terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Dalam ruang ganti normal, hal seperti ini bisa saja terjadi dan biasanya diselesaikan secara internal,” tulis Valverde.
Ia juga menjelaskan bahwa luka di dahinya bukan akibat pukulan, melainkan karena dirinya tidak sengaja membentur meja saat adu argumen berlangsung.
“Rekan setim saya tidak memukul saya, dan saya juga tidak memukulnya. Tapi saya mengerti banyak orang lebih mudah percaya kami berkelahi,” tambahnya.
Musim Buruk Membuat Tekanan di Madrid Semakin Besar
Masalah internal ini muncul di tengah musim yang mengecewakan bagi Real Madrid. Setelah pemecatan Xabi Alonso pada Januari lalu, posisi pelatih interim kini diisi oleh Alvaro Arbeloa. Namun perubahan tersebut belum mampu memperbaiki performa tim secara signifikan.
Los Blancos saat ini tertinggal 11 poin dari rival abadinya, FC Barcelona, di klasemen La Liga. Situasi itu membuat Madrid terancam menutup musim tanpa gelar untuk dua tahun beruntun.
Tidak hanya itu, hubungan Arbeloa dengan sejumlah pemain juga dikabarkan mulai memburuk. Beberapa laporan menyebut setidaknya enam pemain sudah tidak lagi berkomunikasi secara aktif dengan pelatih interim tersebut.
Mbappe Ikut Jadi Sorotan Fans Madrid
Di tengah panasnya suasana internal klub, nama Kylian Mbappe juga ikut menjadi sasaran kritik suporter. Penyerang asal Prancis itu tertangkap kamera tengah berlibur ke Sardinia bersama kekasihnya saat masih mengalami cedera.
Momen tersebut memicu kemarahan sebagian fans Real Madrid. Bahkan muncul petisi online yang menuntut manajemen menjual Mbappe pada bursa transfer musim panas mendatang.
Kini, tekanan besar tengah menyelimuti Real Madrid dari berbagai arah. Performa buruk di lapangan, konflik internal pemain, hingga hubungan yang retak antara pelatih dan skuad membuat situasi Los Blancos semakin sulit menjelang akhir musim.
